Menurut Depkes RI (2006) kebutuhan energi pada balita umur 6-24 Pengertian Kategori Status Gizi Status gizi balita dinilai menurut 3 indeks, yaitu Berat Badan Menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U), Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB). a) BB/U adalah berat badan anak yang dicapai pada umur tertentu. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Antropometri adalah suatu metode yang digunakan untuk menilai ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia. - 3 - 2. Standar Antropometri adalah kumpulan data Anak tentang ukuran, proporsi, komposisi tubuh sebagai rujukan untuk menilai status gizi dantren pertumbuhan anak. 3. Berat badan kurang (Underweight) < 18,5. Berat badan normal. 18,5 - 22,9. Kelebihan berat badan (Overweight) dengan risiko. 23 - 24,9. Obesitas . 25 - 29,9. Obesitas II. ≥ 30 Kegemukan atau obesitas merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, kanker, osteoatritis, dan masih banyak lagi. Prevalensi obesitas di Indonesia cukup tinggi yaitu menempati urutan ke-10 di dunia (The Lancet, 2014). Risiko Defisit Kalori. Untuk menurunkan berat badan, seseorang bisa mengurangi sekitar 500 kalori setiap harinya. Perlu diperhatikan agar jangan melakukan defisit kalori yang terlalu ekstrem. Jika seseorang mengkonsumsi kalori yang terlalu sedikit sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi maka bisa berisiko pada kesehatan. Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Lanjut Baca. .

pengertian berat badan menurut depkes